Kabupaten Bekasi menjadi kabupaten/kota yang paling banyak menyerap Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga paruh pertama tahun 2024.
Dikutip dari laman resmi BP Tapera, berdasarkan data per 28 Juni 2024, realisasi FLPP di Indonesia sebanyak 83.720 unit rumah dengan total nilai FLPP tersalurkan sebesar Rp 10,17 triliun.
Dari jumlah itu, realisasi FLPP di Kabupaten Bekasi sebanyak 5.012 unit rumah (setara 5,98 persen) dengan total nilai FLPP sekitar Rp 664 miliar.
Baru kemudian diikuti Kabupaten Karawang berjumlah 2.929 unit rumah (3,49 persen) dengan total nilai FLPP sekitar Rp 348 miliar.
Selanjutnya yakni Kabupaten Bogor berjumlah 2.817 unit (3,36 persen) dengan total nilai FLPP sekitar Rp 371 miliar.
Berdasarkan provinsi, Jawa Barat juga menjadi provinsi yang paling banyak menyerap FLPP hingga paruh pertama 2024. Realisasi di Jawa Barat tercatat sebanyak 20.892 unit rumah (24,95 persen) dengan total nilai FLPP sekitar Rp 2,57 triliun (25,30 persen). Kemudian diikuti Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 6.548 unit rumah (7,82 persen) dengan total nilai FLPP sekitar Rp 803 miliar (7,90 persen).
Source Artikel: www.kompas.com/properti

