Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) telah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (D.I) Manganti yang mengairi lahan sawah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pembangunan bendungan yang masif di Indonesia harus diimbangi dengan pengembangan daerah irigasi premium yang mendapatkan suplai air dari bendungan, dan rehabilitasi daerah irigasi eksisting untuk menunjang sektor pertanian.
“D.I Manganti dengan luas areal layanan 26.153 hektar terdiri dari tiga jaringan irigasi yaitu Sidareja, Cihaur, dan Lakbok Selatan,” katanya dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Senin (5/8/2024).
Jaringan Irigasi Sidareja dan Cihaur (intake kiri) seluas 21.518 hektar mengairi wilayah Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah.
Sedangkan Jaringan Irigasi Lakbok Selatan (intake kanan) seluas 4.616 hektar mengairi Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat. Sumber air irigasi D.I Manganti berasal dari Sungai Citanduy yang dibendung di Manganti yang berlokasi di Kecamatan Kedungreja, Jawa Tengah dan Kecamatan Lakbok, Jawa Barat.
Sumber air irigasi D.I Manganti berasal dari Sungai Citanduy yang dibendung di Manganti yang berlokasi di Kecamatan Kedungreja, Jawa Tengah dan Kecamatan Lakbok, Jawa Barat.
Sementara Kepala Balai BBWS Citanduy Elroy Koyari mengatakan, pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di D.I Manganti ini mulai dilakukan pada tahun 2021-2024 dengan biaya Rp 319,23 miliar.
Lingkup pekerjaan yang direhabilitasi meliputi 77 kilometer saluran primer dan 150 kilometer saluran sekunder dengan luas layanan 21.035 hektar.
“Rehabilitasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan layanan irigasi seluas 26.153 hektar. Sehingga, diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) di wilayah layanan D.I Manganti dari semula 169 persen menjadi 220 persen,” ujar Elroy.
Selain itu, BBWS Citanduy juga menerapkan digitalisasi pengelolaan sistem irigasi untuk pengoperasian pintu irigasi.
Ini dilakukan dalam rangka pengalokasian air dari petak yang paling hulu hingga petak yang paling hilir dengan konsep pembagian air yang adil dan merata dan dapat dimonitoring dan evaluasi secara real-time.
Sistem ini meliputi alat untuk mengontrol operasional setiap pintu di jaringan irigasi Manganti, termasuk Bendung Manganti. Terdapat juga basis data yang berisi semua data dan informasi tentang D.I Manganti serta fitur real time monitoring untuk melacak kondisi di DI seperti alokasi air pada jaringan irigasi, informasi visual tentang pintu air, serta kondisi ketinggian air.
Source Artikel: www.kompas.com/properti

