Lompat ke konten
Home » Tol Getaci dan Tol Gilimanuk-Mengwi Digarap dengan Skema KPBU

Tol Getaci dan Tol Gilimanuk-Mengwi Digarap dengan Skema KPBU

Jakarta – Dua Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol digarap menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

KEdua PSN tersebut adalah Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis (Getaci) dan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Triono Junoasmono mengatakan, dua proyek tersebut sudah dalam tahap transaksi pada tahun 2025 mendatang.

Selain dua jalan tol tersebut, ada juga Tol Sentul Selatan-Karawang Barat yang dalam tahap transaksi tahun depan.

“Untuk yang sudah tahap transaksi pada 2025 di sektor jalan dan jembatan sebanyak 3 proyek jalan tol sepanjang 265,5 kilometer dengan nilai investasi Rp 91,99 triliun,” jelasnya, dikutip dari keterangan resmi.

Proses panjang lelang Tol Getaci dan Tol Gilimanuk-Mengwi

Lelang ulang Tol Getaci yang dilakukan pada awal tahun 2024 ini nihil pemenang. Dilansir dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), untuk Tol Getaci, panitia pelelangan pengusahaan jalan tol telah selesai mengevaluasi dokumen pq perusahaan atau konsorsium.

Ada dua perusahaan atau konsorsium yang mendaftar, yakni PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi, dan Konsorsium PT Dayamulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai.

Hasilnya, panitia pelelangan pengusahaan jalan tol menetapkan bahwa kedua perusahaan atau konsorsium itu dinyatakan tidak lolos pq.

Penetapan tersebut diumumkan oleh panitia pelelangan pengusahaan jalan tol pada 20 Mei 2024.

Sebelum lelang ulang tersebut, Konsorsium BUMN-Swasta PT Jasamarga Gedebage Cilacap yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Kemitraan PT Daya Mulia Turangga-Gama Group-PT Jasa Sarana, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, telah menjadi pemenang tender proyek Tol Getaci.

Rencana awalnya, Tol Getaci sepanjang 206,65 kilometer membentang sampai Cilacap dan akan mulai dibangun pada akhir tahun 2022.

Hal serupa juga dialami oleh Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali. Dilansir dari laman resmi BPJT, pengumuman penetapan hasil pelelangan pengusahaan jalan tol ini terjadi pada 22 Mei 2024.

Di mana hanya ada satu perusahaan atau konsorsium yang mendaftar atau ikut dalam proses lelang, yakni PT Bangun Sarana Agung.

Hasilnya, setelah panitia pelelangan pengusahaan jalan tol selesai mengevaluasi dokumen prakualifikasi perusahaan atau konsorsium, ditetapkan bahwa PT Bangun Sarana Agung tidak lolos prakualifikasi.

Sebagai informasi, groundbreaking Tol Gilimanuk-Mengwi sebelumnya telah dilaksanakan pada Sabtu (10/9/2022) dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Tol Jagat Kerthi Bali.

Bahkan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengharuskan pembangunan tol mengikuti irama jegog, dinamis seperti musik rock n roll.

Pasalnya, tol ini ditargetkan bisa selesai dibangun dan dioperasikan pada tahun 2025 mendatang.

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,84 kilometer akan dibangun melintasi 3 kabupaten, 13 kecamatan dan 58 desa dengan perkiraan biaya investasi sebesar Rp 24,6 triliun.

Source Artikel: www.kompas.com/properti

Buka Whatsapp
Butuh bantuan?
Powered by Buletin Lpjk
Hallo
Ada yang bisa kami bantu Kak?